Jan
01
Mungkin memang jalan takdirku Mengagumi tanpa dicintai Tak mengapa bagiku Asal kau pun bahagia dengan hidupmu Dalam hidupmuTerlalu lama ku pendam perasaan itu Menunggu hatimu menyambut diriku Tak mengapa bagiku Mencintaimu pun adalah bahagia untukku Bahagia untukkuKu ingin kau tahu Diriku disini menanti dirimu Meski pun ku tunggu hingga ujung waktuku Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
Dan ijinkan aku Memeluk dirimu kali ini saja Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya Dan biarkan rasa ini Bahagia untuk sekejap saja
7 Responses to “~Cinta Dalam Hati~”
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
10:02 am
Byuh, awal tahun postingane kok hal menyedihkan toh? Jangan nunggu kelamaan, SMS dong, kali aja dia ketiduran :p
11:36 am
Pasti belum membaca La Tahzan ya???
“Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi”
11:44 am
“Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu.”
“Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu.”
12:01 pm
Saya sudah membaca semua postingan neea, entah mengapa banyak sekali yang isinya menyenai masa lalu dan kesedihan yang tidak ada habisnya. Percayalah, ALLAh telah menentukan rezeki, istri, suami, anak-anak, tugas-tugas, ilmu, jabatan yang sebagainya kepada setiap hambanya.
Itu beberapa kutipan yang saya ambil dari buku La Tahzan.
Mungkin akan sangat bermanfaat jika neea membaca sendiri buku itu.
Semoga neea dapat menyikapi hidup ini dengan lebih baik.
Amin.
2:07 pm
thanx bang Doni…
2:21 pm
aryo >> sms ke siapa????
5:28 pm
@neea: lha itu yang sedang ditunggu, hihihi.