Manusia Tiada Pernah Bisa Menjadi Sosok Yang Sempurna, Tapi Manusia Selalu Punya Kenangan dan Impian Serta Hal Indah Dalam Hidupnya,...

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

May 12, 2008

Berawal dari langkah kecil

baldeagle_art.jpgAlkisah di suatu negeri burung, tinggallah bermacam-macam keluarga burung. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Mulai dari yang bersuara lembut hingga yang bersuara menggelegar. Mereka tinggal di suatu pulau nun jauh di balik bukit pegunungan.
Sebenarnya selain jenis burung masih ada hewan lain yang hidup di sana. Namun sesuai namanya negeri burung, yang berkuasa dari kelompok burung. Semua jenis burung ganas, seperti, burung pemakan bangkai, burung Kondor, burung elang dan rajawali adalah para penjaga yang bertugas melindungi dan menjaga keselamatan penghuni negeri burung.

Burung-burung kecil bersuara merdu, bertugas sebagai penghibur. Kicau mereka selalu terdengar sepanjang hari, selaras dengan desau angin dan gesekan daun. Burung-burung berbulu warna warni, pemberi keindahan. Mereka bertugas bekeliling negri melebarkan sayapnya, agar warna-warni bulunya terlihat semua penghuni. Keindahan warnanya menimbulkan kegembiraan. Dan rasa gembira bisa menular bagai virus, sehingga semua penghuni merasa senang. Pada suatu ketika, seekor induk elang tengah mengerami telur-telurnya. Setiap pagi elang jantan datang membawa makanan untuk induk elang.

Akhirnya, di satu pagi musim dingin telur-telur mulai menetas. Ada 3 anak elang yang nampak kuat berdiri. Dua anak elang hanya mampu mengeluarkan kepalanya dari cangkang telur harus berakhir dalam paruh sang ayah. Dengan tangkas, elang jantan mengoyak cangkang telur lalu mematuk-matuk calon anak yang tak jadi. Perlahan-lahan sang induk memberikan potongan-potongan tubuh anaknya ke dalam paruh mungil anak-anak elang. Kejam…?

Ini hanya masalah kepraktisan. Untuk apa terbang dan mencari makan jauh-jauh jika ada daging bangkai di dalam sarang. Sebagai hewan, elang hanya mempunyai naluri dan akal tanpa nurani. Inilah yang membedakan manusia dan hewan.bald-eagle-fledgling.jpg

Waktu berjalan terus, hari berganti hari. Anak-anak elang yang berbentuk jelek karena tak berbulu, kini mulai menampakkan keasliannya. Bulu-bulu halus mulai menutupi daging di tubuh masing-masing. Kaki kecil anak-anak elang sudah mampu berdiri tegak. Walau kedua sayapnya belum tumbuh sempurna.

Induk elang dan elang jantan, bergantian menjaga sarang. Memastikan tak ada ular yang mengincar anak-anak elang dan memastikan anak-anak elang tak jatuh dari sarang yang berada di ketinggian pohon.

Suatu pagi, saat induk elang akan mencari makan dan bergantian dengan elang jantan menjaga sarang. Salah seekor anak elang bertanya: “Kapankah aku bisa terbang seperti ayah dan ibu?”

Induk elang dan elang jantan tersenyum, bertukar pandang lalu elang jantan berkata: “Waktunya akan tiba, anakku. Jadi sebelum waktu itu tiba, makanlah yang banyak dan pastikan tubuhmu sehat serta kuat”. Usai sang elang jantan berkata, induk elang merentangkan sayapnya lalu mengepakkan kuat-kuat.

Hanya dalam hitungan yang cepat, induk elang tampak menjauhi sarang.
Terlihat bagai sebilah papan berawarna coklat melayang di awan. Anak-anak elang, masuk di bawah sayap elang jantan. Mencari kehangatan kasih sang jantan. Waktu berjalan terus, musim telah berganti dari musim dingin ke musim semi. Seluruh permukaan pulau mulai menampakan warna-warni dedaunan. Bahkan sinar mentari memberi sentuhan warna yang indah.

Anak-anak elang pun sudah semakin besar dan sayapnya mulai ditumbuhi bulu-bulu kasar. Suatu ketika seeor anak elang berdiri di tepi sarang, ketika ada angin kencang, kakinya tak kuat mencengkram tepi sarang sehingga ia meluncur ke bawah. Induk elang langsung merentangkan sayang dan mendekati sang anak seraya berkata: “Rentangkan dan kepakan sayapmu kuat-kuat!”

Tapi rasa takut dan panik menguasai si anak elang karenanya ia tak mendengar apa yang dikatakan ibunya. Elang jantan menukik cepat dari jauh dan membiarkan sayapnya terentang tepat sebelum si anak mendarat di tanah. Sayap elang jantan menjadi alas pendaratan darurat si anak elang.

Si anak elang yang masih diliputi rasa panik dan takut tak mampu bergerak. Tubuhnya bergetar hebat. Induk elang, dengan kasih memeluk sang anak. Menyelipkan di bawah sayapnya dan memberikan kehangatan. Sesudah si anak tenang dan tak gemetar, induk elang dan elang jantan membawa si anak kembali ke sarang.

Peristiwa itu menimbulkan rasa trauma pada si anak elang. Jangankan berlatih terbang dengan merentangkan dan mengepakkan sayap. Berdiri di tepi sarang saja ia sangat takut. Kedua saudaranya sudah mulai terbang dalam jarak pendek. Hal pertama yang diajarkan induk dan elang dan elang jantan adalah berusaha agar tidak mendarat keras di dataran.

Lama berselang setelah melihat kedua saudaranya berlatih, si elang yang pernah jatuh bertanya pada ibunya:
“Adakah jaminan aku tidak akan jatuh lagi?”
“Selama aku dan ayahmu ada, kamilah jaminanmu!” jawab si induk elang dengan penuh kasih.
“Tapi aku takut!’ ujar si anak
“Kami tahu, karenanya kami ta memaksa.” Jawab si induk elang lagi.
“Lalu apa yang harus kulakukan agar aku beraai?” tanya si anak
“Untuk berani, kamu harus menghilangkan rasa takut!”
“Bagaimana caranya?”
“Percayalah pada kami!” Ujar elang jantan yang tiba-tiba sudah berada di tepi sarang.

Si anak diam dan hanya memandang jauh ke tengah lautan. Tiba-tiba si anak elang bertanya lagi.
“Menurut ibu dan ayah, apakah aku mampu terbang keseberang lautan?”

eagle.jpgDengan tenang si elang jantan berkata: “Anakku kalau kau tak pernah merentangkan dan mengepakkan sayapmu, kami tidak pernah tahu, apakah kamu mampu atau tidak. Karena yang tahu hanya dirimu sendiri!”

Lalu si induk elang menambahkan: “Mulailah dari sekarang, karena langkah kecilmu akan menjadi awal perubahan hidupmu. Semua perubahan di mulai dari langkah awal, anakku!”

Si anak elang diam tertegun, memandang takjub pada induk elang dan elang jantan. Kini ia sadar, tak ada yang tahu kemampuan dirinya selain dirinya sendiri. Kedua orang tuanya hanya memberikan jaminan mereka ada dan selalu ada, jika si anak memerlukan.

Didorong rasa bahagia akan cinta kasih orang tuanya, si elang kecil berjanji akan berlatih dan mencoba. Ketika akhirnya ia menggantikan elang jantan menjadi pemimpin keselamatan para penghuni negeri burung, maka tahulah ia, bahwa kesuksesan yang diraihnya adalah di mulai saat tekad terbangun untuk melangkah. Sukses itu tak pernah ada kalau hanya sebatas tekad. Tapi tekad itu harus diwujudan dengan tindakan nyata walau di mulai dari langkah yang kecil.

Mulailah rentangkan dan kepakkan sayap kemampuanmu, maka dunia ada digenggamanmu!

Filed under: breaking news by kift neea at 3:53 pm

May 4, 2008

Memori perpisahan 24thn yang lalu…

Di suatu tempat

di surga nan indah

terdapat sepasang kekasih.

Hidup bersama dan saling menyayangi

2 hati

1 jiwa

1 cinta..

Sampai hari itu pun tiba

hari di mana sang Pria harus diturunkan ke dunia

oleh Tuhan

dan hidup selayaknya manusia

Wanita itu pun tak mampu menahan air mata,

Perpisahan yang ia takutkan pun tiba,

Ia tidak pernah berpisah sedetikpun darinya

Ia sangat mencintai Prianya.

Wanita itu berkata,

Mengapa harus meninggalkanku secepat ini?

Pria itu pun berkata,

Tuhan sudah menakdirkanku untuk turun hari ini.

Wanita itu pun berkata lagi,

Tapi aku mencintaimu.

Aku tak sanggup untuk kau tinggalkan.

Pria itu pun berkata pula,

Ingat nenek moyang kita? Adam dan Hawa?

Mereka dipisahkan untuk kemudian dipertemukan kembali. Hidup dalam kasih-sayang dan

membentuk keluarga-keluarga yang baru, sambil tersenyum.

Wanita itu masih takut, sedih, dan kemudian bertanya kembali,

Tiap orang yang diturunkan ke dunia, akan mengalami amnesia.

Amnesia terhadap kehidupan indah di sini.

Bagaimana jika kau melupakanku?

Tidak mengenaliku lagi saat aku pun menyusulmu hidup sebagai manusia?

Pria itu menjawab,

Kita punya C I N T A dan itu lahir sebelum kita dilahirkan.

Oleh karenanya, aku akan dapat mengenalimu.

Wanita itu tetap takut,

Bagaimana jika tidak?

Bagaimana jika kau tak menemukanku?

Tak mengenaliku?

Pria itu tersenyum sekaligus menangis,

Aku akan menemukanmu, aku pasti menemukanmu.

Seperti Adam yang menemukan Hawa.

Aku akan terus mencarimu diantara Hawa-Hawa yang ada di dunia nanti.

Aku akan mengenalimu

Aku pasti mengenalimu

karena kau adalah bagian dari jiwaku.

Aku akan tau dirimu,

aku pasti akan mengenal jiwaku

Saat aku menemukanmu, hati dan jiwa ku pasti akan mengatakan kalau kaulah pasangan jiwa itu.

Pasangan jiwaku

Wanita itu pun akhirnya dapat melepas kepergian sang kasih dan berkata,

Baiklah

tunggu aku.

Aku akan menyusulmu 2 tahun lagi.

Aku juga akan mencarimu.

Jangan lupa memjemputku di keluarga baru ku nanti ya

Ingat Tuhan kita dan selalulah bersyukur padaNya saat kita bertemu nanti

O ya! 1 hal lagi yang perlu kau ingat,

agar kau mengenaliku, aku punya panggilan khusus di dunia nanti untukmu

A b a n g . . .

Dan Pria itu pun berkata dg senyuman penuh Cinta,

Baiklah sayang,

aku turun sekarang ya

kau harus janji akan berbahagia di sini, sebelum kau menyusulku nanti

Selamat Ulang Tahun Sayang

Thanks God I found u. Alhamdulillah.. `n Subhanallah..

Filed under: relung by kift neea at 10:57 pm
Next Page »
Powered by: WordPress • Tulip design by Lilac Pixels • Based on Simple-Green by: Priss • Background and Divider based on graphics from Squidfingers • Other graphics modified from Microsoft Clipart